Tampilkan postingan dengan label balita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label balita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Januari 2013

Jika Bayi Anda Tersedak



Manuver Heimlich dilakukan ketika anak Anda tersedak sesuatu dan tidak bisa bernapas (atau napasnya tersengal-sengal). Setelah berhasil melakukan ini langsung hubungi dokter atau rumah sakit. Ingatlah untuk selalu periksakan anak setelah tersedak.
1. Tengkurapkan anak di lengan bawah anda. Sangga leher dan dagunya dengan jari jari anda. Posisikan bayi sehingga kepala lebih rendah dari dadanya.
2. Tepuklah punggungnya sebanyak 5 kali, tepatnya antara tulang belikat, dengan pangkal telapak tangan yang lain.
3. Jika tidak ada benda yang keluar, telentangkan bayi anda dan letakkan di atas meja atau lantai
4. Tempatkan 2 jari anda ditengah tulang dadanya dan tekanlah cepat sebanyak 5 kali
5. Ulangi proses yaitu 
5 tepukan dipunggung dan 5 tekanan dada sampai benda tersebut keluar atau anak kembali bernapas
6. Jika bayi pingsan, lakukan CPR (bantuan napas). Setiap memberi bantuan napas, carilah benda didalam mulutnya dan coba keluarkan. Jangan masukan jari jari anda kedalam tenggorokan, bisa bisa anda malah membuat benda itu semakin masuk kedalam.

[ Read More.. ]

Tips Agar Anak Suka Makan Buah


Tidak semua anak mudah untuk menghabiskan sepiring buah yang Mama hidangkan. Coba tips ini agar si kecil suka buah.

- Mama harus makan buah tiap hari untuk memberi contoh baik pada anak..

- Tawarkan pada anak pilihan buah untuk pelengkap pada makan siang. Konsistensi menawarkan buah setelah makan siang akan membuat anak terbiasa untuk mengonsumsi buah.

- Libatkan anak dalam menyiapkan buah, misalnya mencuci, membersihkan atau mengupas buah. Untuk mengupas buah, pilih buah yang bisa dikupas tanpa menggunakan pisau, misalnya jeruk, duku atau kelengkeng.

- Saat berbelanja, biarkan anak memilih satu jenis buah yang baru untuk dicoba di rumah.

- Hiasi piring dengan irisan buah. Saat Anda menghidangkan kue untuk camilan anak, hias piringnya dengan irisan buah yang bisa turut serta dimakan olehnya.

- Ketika menghidangkan sereal kesukaan anak, tambahkan potongan buah seperti pisang atau stroberi di atasnya.

- Tawarkan kismis atau buah kering lain, bukan permen.

- Sajikan buah dengan cara lain, misalnya pisang yang dibekukan menyerupai es krim. 

- Menawarkan buah segar yang dipotong-potong lebih baik daripada menawarkan jus buah kemasan.  
[ Read More.. ]

Tips Mengatasi Anak Diare


Ketika anak Anda diare, seorang teman menganjurkan Anda memberi diet BRAT (banana, rice, apple sauce, toast). Benarkah ini cara penanganan yang paling tepat?

Ya! Karena cara mengatasi diare pada anak yang paling tepat adalah sering-sering memberinya cairan agar anak tidak mengalami dehidrasi. Jika anak sudah makan makanan padat, berikan sejumlah kecil makanan yang merupakan kombinasi serat dan lemak.

Walau diet BRAT adalah cara umum mengatasi diare pada bayi lebih besar dan anak, penelitian terakhir menunjukkan bahwa mengonsumsi lemak dan serat secara bersamaan akan membuat pup jadi padat, mengurangi frekuensi diare, serta risiko dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Coba berikan yogurt atau havermut dengan ASI atau sedikit susu formula. Yogurt yang mengandung acidophilus memiliki manfaat plus karena bakteri baik ini membantu lancarnya pencernaan.

Jika bayi belum mengonsumsi makanan padat, lanjutkan pemberian ASI atau susu formula. “Lihat rekasi anak setelah diberi yogurt. Namun, jangan beri yogurt jika belum pernah diberikan sebelumnya. Bisa jadi, pencernaannya sensitif terhadap yogurt,” jelas dr.Ayu Pratiwi, Sp.A, MARS dari RS.Bunda, Jakarta.” Dan bila si kecil muntah, hanya berikan air putih yang dicampur garam dan atau gula. Misalnya oralit atau jus encer,” lanjut dokter yang akrab disapa dr.Tiwi ini.

Bila diare sudah berlangsung 24 jam apalagi disertai muntah, segera bawa bayi Anda ke dokter. Bisa jadi ia mengalami dehidrasi atau masalah lain yang lebih serius. Ciri-ciri bayi dehidrasi adalah tidak buang air kecil dalam waktu 6 jam, urin berwarna gelap, mulut kering, serta tidak mengeluarkan air mata ketika menangis, ubun-ubun cekung serta lesu.

Lalu bagaimana dengan obat antidiare? Hati-hati, Ma, kebanyakan dokter tidak menganjurkan pemberian obat antidiare pada bayi di bawah 1 tahun. Sebagian besar obat-obatan antidiare diketahui justru dapat memperpanjang masa infeksi bakteri atau virus!

[ Read More.. ]

Kamis, 20 Desember 2012

Cara Mengukur Panjang atau Tinggi Si Kecil

Berkaitan dengan berat badan anak, yang telah saya sampaikan sebelumnya, panjang atau tinggi badan dapat memberikan informasi mengenai status gizi dan pertumbuhan anak. Untuk mengukur panjang badan bayi/anak yang belum dapat berdiri, dapat di gunakan alat pengukur khusus yang terbuat dari bahan aluminium atau kayu.
Berikut cara mengukur panjang atau tinggi anak  yang belum bisa berdiri :

  • Letakkan alat pngukur panjang badan  pada meja atau tempat yang datar/rata. Baringkan anak dengan posisi kepala anak menempel pada panel pengukur panjang alat yang statis atau tidak dapat di geser.
  • Rapatkan tungkai anak dan luruskan dengan menekan lmbut kedua lutut anak. Tegakkan tumit dan telapak kaki anak, hingga menempel pada panel alat pengukur panjang badan yang dapat di geser.
  • bacalah skala yang tertera ke arah angka yang lebih besar.
Berikut cara mengukur panjang atau tinggi anak yang  telah dapat berdiri :
  • Anak diukur tanpa alas kaki dan topi/penutup kepala, berdiri tegak, pandangan lurus ke depan
  • Gerakkan alat pengukur hingga menyentuh bagian atas, dan pastikan alat geser berada di tengah kepala anak. Bacalah angka yang tertera pada skala.
[ Read More.. ]

Rabu, 19 Desember 2012

Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Mengenai Alat Timbangan Bayi

Berat Badan Merupakan salah satu parameter yang paling sederhana dan mudah dilakukan untuk menilai pertumbuhan anak dan status gizi anak. Untuk menimbang berat badan anak, diperlukan tehnik yang tepat agar hasil akurat.
berikut ini beberapa hal yang perlu di perhatikan mengenai alat timbangan :

  • Gunakan timbangan digital atau elektronik 
  • Timbangan kamar mandi sebaiknya tidak digunakan, karena kisaran skalanya per 0,5kg dan pegas yang sering di gunakan berulang-ulang akan melemah dan tidak sensitif.
  • Untuk anak usia 0-2 tahun sebaiknya menggunakan timbangan dengan skala per 10gram dan telah ditera secara berkala

[ Read More.. ]

Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Anak

Pertumbuhan dan perkembangan terjadi bersamaan dalam setiap tahapan usia anak, dan merupakan dua hal yang di pengaruhi oleh genetik dan lingkungan, termasuk stimulasi dan nutrisi yang tepat. Walau tumbuh kembang anak terjadi bersamaan, keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Pertumbuhan terkait dengan aspek perubahan fisik anak, baik besar dan jumlah sel dalam tubuh, yang dapat telihat melalui bertambahnya berat badan dan tinggi badan si kecil.
Pertambahan beratbadan ini di ukur dalam satuan gram, kilogram atau pound, sedangkan pertambahan panjang atau tinggi si kecil dalam ukuran sentimeter atau meter.

Bertambahnya rata-rata berat badan anak prasekolah yaitu sekitar 2kg/tahun,atau dapat di perkirakan dengan menggunakan rumus Behrman 1992 : 

Berat badana anak usia 1-6 tahun : umur (tahun)x2+8 

Tinggi badan anak usia 1 tahunsekitar 75cm, sedangkan bertambah tinggi badan anak prasekolah rata-rata 6-8cm/tahun,atau secara garis besar dapat diukur dengan rumus : 

Tinggi badan anak usia 2-12 tahun : umur (tahun)x6+77 

Perkembangan dapat dilihat dari bertambahnya kemampuan anak. Mulai dari kemampuan yang sederhana, hingga menunjukkan kemampuan yang lebih kompleks, termasuk perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku serta interaksi dengan lingkungan. Perkembangan terkait dengan aspek matangnya fungsi organ atau individu
[ Read More.. ]